Rabu, 30 September 2015

Raja yang Tidak Bisa Tidur




Oleh Andrie Wongso
Suatu hari, seorang pengembara menghentikan laju kuda tunggangannya saat melihat seorang bapak tua yang sedang menebang kayu sambil bernyanyi gembira. Ia pun kemudian menyapa si bapak, “Selamat siang Bapak, apakah saya boleh beristirahat sejenak di tempat ini?”


“Silakan Nak. Bapak juga sedang tiba waktunya untuk beristirahat.” Sambil bersantai, mereka pun kemudian terlibat pembicaraan, sangat akrab, seolah sudah saling mengenal sebelumnya.

Tiba-tiba, si pengembara bertanya, “Apakah Bapak sudah pernah bertemu dengan raja negeri ini?”

“Belum, kami orang desa, demi hidup setiap hari saja, kami harus bekerja keras membanting tulang. Mana mungkin pergi jauh sampai ke ibukota, apalagi hanya sekadar untuk bertemu dengan sang raja?”

Si pengembara mengangguk-angguk, “Apakah Bapak pernah mendengar bahwa raja punya penyakit aneh, dan sampai saat ini tabib belum bisa menyembuhkannya?”

Bapak itu menggelengkan kepala. “Penyakit apa?” Tanyanya.

“Raja tidak bisa tidur,” terang si pemuda. Seketika, mendengar ucapan pengembara, si bapak tua tertawa terpingkal-pingkal.

“Kenapa bapak tertawa?” Tanya pengembara.

“Ya lucu, cuma tidur saja kok susah...”

“Bapak menertawai penyakit raja, memangnya Bapak tahu cara mengobatinya?” Tanya si pengembara.

Bapak tua itu mengangguk. “Nih, ambil kapak ini, belahlah tumpukan kayu yang ada di sana, semaksimal yang kamu bisa.”

Dengan bersemangat, si pengembara mengambil kapak dan mulai melakukan pekerjaan itu. Memegang kapak untuk pertama kalinya ternyata tidaklah mudah bagi si pengembara. Tangannya sebentar saja sudah lecet-lecet, keringat pun bercucuran di sekujur tubuh dan bajunya yang terlihat indah dan mahal.

Setelah kira-kira satu jam, dia pun berhenti membelah kayu. Raut wajahnya kemerahan, napasnya pun memburu. Ia nampak lelah namun puas melihat apa yang telah mampu dikerjakannya.

Pak tua menghampiri seraya memberi air minum. “Bagaimana rasanya? Lelah tetapi nikmat bukan? Jangan takut cucuran keringat, itu membawa dampak yang baik untuk jiwa raga kita. Nah, sebentar lagi, sambil mengeringkan keringat di tubuhmu, istirahatlah di bawah pohon itu. Santai saja, lepaskan kepenatan, rasakan semilir angin, kicauan burung, dan kedamaian tempat ini.”

Karena angin sejuk yang menerpa, tak berapa lama si pengembara puntertidur dengan pulas. Ia baru terbangun setelah bapak tua itu membangunkan dan mengajaknya bermalam di gubuknya. Si pengembara terbangun dengan perasaan takjub. Serasa tidak percaya menyaksikan matahari yang hampir menghilang ke peraduan. Tanpa terasa ternyata ia sudah tertidur pulas sesiang itu.

Sambil tersenyum, dia memberi sejumlah uang dan berkata, “Mohon maaf saya tidak bisa menginap di tempat Bapak, saya harus bergegas pergi. Tapi saya mohon, bila Bapak mencintai raja dan mau menolongnya, tolong terima uang ini. Besok, sewalah kuda dan pergilah ke istana.” Bapak tua itu mengangguk dan menyetujui permintaan itu demi niat tulus menolong rajanya.

Beberapa hari kemudian, sesampai di istana, dia disambut ramah oleh pengawal kerajaan. Saat berdiri di depan tahta kerajaan, barulah dia tahu, bahwa raja negeri itu tidak lain adalah si pengembara yang telah disuruhnya membelah kayu dan tertidur pulas di bawah pohon. Si Bapak merasa senang sekaligus malu. Raja menjamu dan mengucapkan terima kasih atas bantuan pak tua yang telah menyadarkan akan perlunya cucuran keringat dari kerja keras sehingga bisa mengobati penyakit sulit tidurnya.

Netter yang Berbahagia,

Tidur cukup merupakan bagian penting dari kehidupan. Karena dengan tidur, kita mengembalikan semua energi yang telah terkuras demi mendapatkan energi pengganti yang lebih segar. Dengan istirahat yang cukup, kita dapat kembali menemukan semangat dan kesegaran untuk memulai sesuatu yang lebih baik.

Layaknya hendak berjalan jauh, istirahat yang cukup dengan porsi seimbang, akan menghasilkan energi bagi kita guna berjalan lebih jauh lagi. Seperti juga kehidupan, kadang kita juga perlu istirahat sejenak dari rutinitas sehari-hari. Namun, bukan untuk bersantai atau bermalas diri, tetapi untuk mengembalikan semangat dan gairah kerja sehingga kita bisa lebih maksimal dalam menggapai semua impian dan harapan.

Jadi, meski sepele, jangan remehkan tidur. Kita sempatkanwaktu sejenak kita untuk beristirahatguna menghilangkan kelelahan dalam bekerja dan kepenatan dalam berpikir, untuk kembali mengumpulkan energi demi vitalitas yang lebih prima. Istirahat sejenak dapat mengembalikan tenaga kita agar bisa berjuang lebih maksimal. Dengan begitu, saat bangun tidur, kita bisa siap kembali menorehkan prestasi! Istirahat yang cukup, dengan porsi yang imbang, akan menjadikan kita mampu mengisi hari-hari lebih maksimal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Comment yg membangun ya.. Thx