Jumat, 17 Juli 2020

AGAR ANAK MAMPU BEREMPATI

AGAR ANAK MAMPU BEREMPATI

Oleh: Kak Eka Wardhana, Rumah Pensil Publisher

 Ayah dan Bunda, istilah Kecerdasan Emosional (Emotional Intelligence) muncul tahun 90-an sebagai penolakan terhadap konsep IQ (Intellectual Quotient). Memang telah beberapa dekade orang beranggapan bahwa mereka yang cerdas adalah yang memiliki nilai IQ tinggi.

 Apa sih Kecerdasan Emosional itu?

 Menurut Goleman, Kecerdasan Emosional merupakan kemampuan emosi yang meliputi kemampuan untuk mengendalikan diri, memiliki daya tahan ketika menghadapi suatu masalah, mampu mengendalikan impuls, memotivasi diri, mampu mengatur suasana hati, kemampuan berempati dan membina hubungan dengan orang lain.


 Anak dengan Kecerdasan Emosional yang tinggi besar kemungkinannya mencapai sukses hidup di masyarakat, salah satu alasannya adalah karena ia mampu membina hubungan yang baik dengan orang lain. Nah, salah satu kunci dalam berhubungan dengan orang lain adalah kemampuan berempati.

 Apa itu Empati?

 Empati adalah kemampuan untuk seakan-akan merasakan emosi orang lain. Contohnya, bila orang lain sedih, maka orang yang memiliki empati juga seakan-akan bisa merasakan kesedihan orang lain itu.

 Kemampuan empati ini akan membuat hubungan kita dengan orang lain menjadi hangat, ramah dan bersahabat, jauh dari sifat egois, sombong dan meremehkan. Orang dengan akhlaq seperti inilah yang memang diinginkan oleh ajaran Islam.

 Dalam sebuah hadis shahih yang dikenal luas, Rasulullah Shalalllaahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan kemuliaan akhlaq.”

 Lalu bagaimana agar anak memiliki empati yang tinggi?

 Salah satu caranya adalah ajak anak melihat lebih dekat situasi dan keadaan orang lain. Misalnya: ajak anak main ke sawah dan melihat bagaimana susahnya nasi dihasilkan. Hasilnya anak akan lebih menghargai nasi yang dimakannya.

 Contoh yang lain: ajak anak bersilaturahmi ke rumah guru agar mereka lebih kenal dan menghargai para guru yang mengajar mereka. Dan masih banyak sekali contoh yang lain.

 Jadi Ayah dan Bunda, yuk batasi main gadget dan ajak anak untuk lebih dekat melihat orang-orang di sekelilingnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Comment yg membangun ya.. Thx