Selasa, 05 Januari 2016

Bangkit dan Bangkit Lagi


Oleh Andrie Wongso
Dikisahkan, di sebuah perguruan, seorang murid telah menyelesaikan semua pelajaran dan siap untuk turun gunung demi mempraktikkan ilmu yang telah dipelajarinya selama ini.

Saat berpamitan, sang Guru menitipkan sebuah bingkisan beserta sepucuk surat sambil berpesan, “Muridku. Semua ilmu telah guru turunkan kepadamu. Dalam mempraktikkan ilmu di tengah kehidupan masyarakat, pasti akan banyak masalah yang harus kamu hadapi nantinya. Jika kamu betul-betul terdesak, buka bingkisan ini dan belajar sekali lagi. Guru mendoakan semoga kamu berhasil mengamalkan ilmu untuk kebaikan masyarakat yang ada di sekitarmu”. Setelah mengucap salam perpisahan, si murid segera bergegas memulai perjalanannya.

Walaupun telah memiliki semua ilmu, dalam kesendiriannya, si murid sering merasa sedih dan kesepian. Apalagi jika masalah datang bertubi-tubi, bukan hanya karena pengalaman dan kemampuannya yang masih terbatas tetapi juga karena dia merasa tidak ada orang yang membantu dan menasehatinya. Di tengah keputusasaan itu, timbul niat untuk mengakhiri hidupnya sendiri. Tiba-tiba ia teringat pesan sang Guru, kemudian dibukanya bingkisan itu dan dibacanya surat sang Guru.

”Muridku, saat kamu baca surat ini, berarti ada masalah yang sedang kamu hadapi dan membuatmu merasa sendiri dan putus asa. Jangan terlalu bersedih dan putus asa karena hidup harus dihadapi dan terus berjalan. Perhatikan boneka shaolin di tanganmu itu. Guru ingin kamu bisa seperti boneka itu. Cobalah pukul sekuatnya!”

Tanpa berpikir panjang, pukulan pertama diayunkan dan membuat boneka itu terombang-ambing karena bagian bawah boneka cukup itu berat dan berbentuk bulat. Tak lama, boneka itu berdiri tegak seperti semula. Pukulan selanjutnya yang dihantamkan ke boneka itu tetap sama hasilnya. Boneka itu tak mau jatuh dan tegak kembali. Sambil terkagum-kagum, si murid pun lanjut membaca surat:

”Lihatlah! Meskipun dipukul berkali-kali, ia tidak pernah terjatuh, sabar dan tetap berdiri. Sama seperti boneka itu, guru berharap kamu tidak pernah menyerah. Ketika jatuh dan putus asa, lihat boneka ini. Kamu harus tetap berdiri! Saat kamu bertekad untuk tidak pernah menyerah, maka orang lain atau keadaan yang akan menyerah dan saat itulah kamu akan menang. Jika kamu tidak pernah mau menyerah, hidup kamu pasti akan berubah. Saat itu, kamu akan mengerti arti kesuksesan, yaituakumulasi kemampuanmu mengatasi setiap masalah yang datang. Guru ucapkan Selamat datang di dunia nyata! Salam, gurumu”.

Selesai membaca surat itu, si murid terhenyak kagum. Ia merasa malu dan begitu bodoh karena sempat terpikir untuk bunuh diri. Sejak saat itu, ia berubah menjadi seseorang yang bermental baja. Dengan bekal boneka shaolin itu, ia menjadi pribadi yang pantang menyerah hingga akhirnya meraih sukses luar biasa.

Netter  yang luar biasa,

Sesungguhnya, tidak ada kegagalan sejati, kecuali kita berhenti berusaha. Seberapa banyak hantaman yang datang, sebanyak itulah kita harus siap menghadapi, tetap bangkit dan berdiri lagi. Sama seperti si boneka shaolin itu.

Mari, bulatkan tekad untuk tetap tegak berdiri walaupun hantaman sekeras apa pun yang datang menerpa. Sehingga kita bisa berteriak lantang: Aku adalah juara sejati di kehidupan ini!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Comment yg membangun ya.. Thx