Rabu, 19 Oktober 2016

5 Kesalahan pebisnis online

5 Kesalahan pebisnis online

Saat ini banyak sekali pebisnis yang menggunakan social media marketing untuk membangun mereknya. Tidak hanya membangun merek, social media pun bisa menjadi alat ampuh untuk meningkatkan Omzet. Data terakhir menunjukan pengguna internet di Indonesia menembus angka 88 juta orang dan lebih dari 70% nya adalah pengguna social media. Beberapa sukses menggunakan strategi social media marketing namun tidak sedikit pula yang gagal alias belum berhasil.



Strategi social media kita tidak menghasilkan apapun karena ada beberapa kesalahan yang kita lakukan sebagai pemilik akun bisnis. Berikut ini adalah beberapa kesalahan yang dilakukan oleh pemilik akun ketika usahanya menggunakan social media untuk marketing:

1⃣ Tidak Membuat Rencana

Pemilik merek menggunakan strategi social media marketing hanya ikut-ikutan tanpa membuat rencana. Seringkali ini menjadi penyebab utama mengapa social media kita tidak berhasil. Tanpa rencana yang jelas, aktivitas social media marketing kita tidak akan optimal. Komunikasi serta promosi yang kita lakukan di social media cenderung tidak terarah atau malah serabutan. Dampak fatal lainnya adalah update status kita konsisten, terlalu banyak jualan, dan berujung di unfollow atau di unlike oleh follower/fans.

2⃣ Tidak Membuat Target

Kesalahan selanjutnya adalah memulai strategi social media marketing tanpa membuat target. Strategi apapun jika tidak punya target cenderung stagnan, tidak berkembang. Target menjadi sangat penting untuk dibuat sebagai acuan kita saat menjalankan pemasaran via social media (apakah berhasil atau tidak). Target social media marketing sangat beragam, misalnya target reach (jangkauan), target kenaikan jumlah fans ataupun follower, target nilai/klout score bahkan target kenaikan penjualan melalui channel social media.

3⃣ Terlalu Banyak Jualan

Kesalahan ini cukup banyak dilakukan oleh pebisnis, yaitu akun social media yang dibuat cenderung lebih banyak jualan,, sehingga follower tidak nyaman. Dalam strategi social media perlu ada proporsi dimana update status yang lebih bermanfaat harus lebih banyak disbanding update status jualan.

Tips simpelnya adalah proporsi 80:20. Contoh sederhananya seperti ini: Jika satu hari kita kita update status 10 kali, maka setidaknya 8 status kita harus bermanfaat/edukatif sisanya yang 2 status baru status info produk atau jualan. Konsep sederhana ini jangan sampai terbalik, misal lebih banyak jualannya. Jika ini terjadi dampaknya akun twitter/FB kita akan banyak ditinggalkan follower/fans dikarenakan akun kita lebih banyak jualan.

4⃣ Komunikasi Hanya Satu Arah

Kesalahan lainnya dalam pengelolaan akun social media marketing adalah komunikasi yang dibuat pemilik akun hanya satu arah, sehingga tidak ada percakapan yang dibangun. Padahal dalam membangun strategi social media marketing, sebuah percakapan sangat penting untuk membangun hubungan dengan follower dan fans kita. Bagaimana agar percakapan bisa terus dibangun? Inilah pentingnya tim khusus yang akan menghandle social media kita serta memonitor setiap harinya.

5⃣ Tidak Konsisten

Kesalahan selanjutnya adalah tidak konsisten. Nah! Ini seringkali melanda banyak pebisnis yang hanya semangat diawal hehe. Dengan kata lain social medianya aktif hanya beberapa saat awal, kemudian tidak pernah aktif lagi. Tanpa konsistensi, social media marketing tidak akan berjalan maksimal. Simpelnya seperti ini, misal jika kita aktif hanya 2 hari seminggu (contoh hanya selasa dan minggu) dengan alasan kita tidak sempat atau sibuk, maka akun merek kita cenderung pasif. Konsisten berarti harus setiap hari bahkan ada minimal jumlah update status setiap harinya.



Nah, itu 5 hal yang menyebabkan social media marketing kita tidak berhasil.
👤 Silakan disimak dan dihindari.


Silakan bagikan ke teman2 agar ikut mendapatkan manfaatnya.

Semoga sukses untuk usaha teman-teman semua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Comment yg membangun ya.. Thx