Ibu adalah orang yang paling berjasa dalam kehidupan kita. Beliau adalah orang yang rela menahan rasa sakit dan segala beban ketika mengandung dan melahirkan kita.
Suatu hari, seorang pengembara menghentikan laju kuda tunggangannya saat melihat seorang bapak tua yang sedang menebang kayu sambil bernyanyi gembira. Ia pun kemudian menyapa si bapak, “Selamat siang Bapak, apakah saya boleh beristirahat sejenak di tempat ini?”
Alkisah, ada seorang pemuda yang mengadu pada gurunya. Ia merasa, dirinya selalu kurang beruntung. Ia menganggap, dirinya memang terlahir dengan sejumlah kesialan sehingga apa pun yang dilakukannya selalu gagal. Karena itu, ia meminta nasihat pada gurunya agar bisa mengubah nasibnya itu.
Sebuah cerita nyata dari pengalaman seorang pemuda dermawan yang hatinya dihentakkan oleh sepasang kakek dan nenek misterius ketika sedang menaiki keretacommuter line
Seorang dosen memberikan kuliah tentang manajemen stres. Ia mengangkat sebuah gelas berisikan air dan bertanya pada mahasiswanya, ”Menurut kalian, berapa berat air dalam gelas ini?”
Alkisah, ada sebuah perusahaan yang membuat tes kepada calon pegawai yang bertugas menjual di lapangan. Karena yang lolos hingga tahap akhir ada tiga orang,
Alkisah, di sebuah lahan pertanian ada dua ekor kuda. Dari kejauhan, kedua kuda itu tampak seperti kuda-kuda lainnya. Tetapi jika kita melihatnya lebih dekat, kita baru akan memperhatikan sesuatu yang sungguh menarik.
Kehidupan pasti tak lepas dari aneka permasalahan. Ada yang berat, banyak pula yang ringan. Ada yang bisa diselesaikan dalam satu dua hari. Tapi sering pula baru terselesaikan berhari-hari, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun lamanya. Dari semua masalah yang berhasil terselesaikan, ada satu kesamaan. Yakni, adanya solusi.
Semua manusia pasti memiliki impian yang ingin dicapai. Tapi bagaimana jika dalam mencapai impian tersebut, ada faktor penghambat yang bisa membuat Anda menyerah?
Suatu ketika istri dari John Calvin Maxwell (seorang pembicara/motivator top), yaitu Margaret, sedang menjadi pembicara di salah satu sesi seminar tentang kebahagiaan.
Suatu kali, sebuah keluarga yang cukup harmonis mengalami ujian yang cukup sulit. Sang ayah yang merupakan pencari nafkah satu-satunya, sakit keras. Karena itulah, sang ibu dan dua anak kembar mereka yang masih berusia belasan, terpaksa harus bekerja keras. Sang ibu membuat kue, dan kedua anak mereka menjualnya sembari berangkat ke sekolah.
Kondisi kita saat ini tak bisa diubah tanpa
kita sendiri yang mengubahnya.
Sadari kekurangan, perbaiki diri, dan maksimalkan potensi!
Saat kesempatan datang, manfaatkan, maka semua impian bisa
menjadi kenyataan.